Marak Demo Penolakan UU Ciptaker, Luhut: Ada yang Mau Jadi Presiden

- 10 Oktober 2020, 18:53 WIB
Luhut Binsar Panjaitan /

GALAMEDIA - Aksi demo UU Cipta Kerja diklaim ada yang menunggangi. Bahkan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Luhut Binsar Panjaitan mengaku sudah mengetahui dalang di balik kericuhan tersebut.

Luhut mengatakan, semua pihak tidak memanfaatkan situasi saat ini untuk kepentingan pribadi, atau golongan.

"Jika memang mempunyai keinginan untuk menjadi pejabat negara ataupun menjadi presiden, bertarung di Pemilu 2024 mendatang. Jadi, jangan spirit tuh 'saya pengen kuasa', saya pengen pemerintah ini diganggu. Jangan begitu. Nanti, kalau mau menjadi pejabat, jadi presiden, ya tahun 2024. Itu kan sudah ada waktunya," kata Luhut  saat wawancara dengan Kompas TV, Jumat, 9 Oktober 2020 kemarin.

Baca Juga: Aksi Penolakan UU Cipta Kerja, 18 Pos Polisi Rusak dan Dibakar Massa Anarkis

"Ada ya yang memanfaatkan ini untuk menjadi presiden?," tanya pembawa acara sekaligus jurnalis senior Kompas TV Budiman Tanuredjo.

Luhut kembali menjawab pertanyaan tersebut.

"Ya, istilah saya kan birahi-birahi kekuasaannya ditahan dulu deh, sabar. Ini kan Covid-19, kalau Anda bikin begini, itu bukan hanya berdampak pada Republik, tetapi pada kamu dan keluargamu," jawab Luhut seperti dilansirkan rri.co.id, Sabtu 10 Oktober 2020.

Baca Juga: Jokowi Pilih Kirim Pesan Searah, Para Gubernur Tak Bisa Sampaikan Aspirasi Buruh

Untuk memastukan kembali, Budiman menanyakan kepada Luhut terkait pihak pihak diduga menunggai aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja demi kepentingan politik di 2024 mendatang.

Halaman:

Editor: Dadang Setiawan


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X