Moeldoko Sebut UU Ciptaker Dibuat Untuk Membuat Masyarakat Bahagia

- 18 Oktober 2020, 11:19 WIB
Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Moeldoko. /Antara Foto/Akbar Nugroho Gumay.

GALAMEDIA - Sejumlah pihak terutama buruh, menolak Undang-undang Cipta Kerja. Gelombang penolakan itupun berujung dengan unjuk rasa yang digelar oleh mahasiswa dan buruh di berbagai daerah di Indonesia.

Sementara pemerintah berupaya untuk meluruskan misinformasi dan hoaks yang beredar di masyarakat terkait UU Cipta Kerja.

Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko menegaskan, UU Cipta Kerja justru memiliki tujuan untuk membuat masyarakat Indonesia menjadi bahagia.

Baca Juga: Petinggi KAMI Diborgol dan Kenakan Baju Tahanan, Awi: Tidak Ada Perbedaan dengan Tersangka Lain

Untuk itu, ia mengkritik demo penolakan atas pengesahan UU Cipta Kerja yang berujung aksi anarkis beberapa waktu lalu.

"Mau diajak bahagia saja kok susah amat!" tegas seperti dilansirkan RRI, Sabtu, 17 Oktober 2020.

Bertolak belakang dengan pandangan masyarakat, Moeldoko menyatakan bahwa keputusan UU Cipta Kerja merupakan wujud untuk menampilkan wajah baru Indonesia.

Baca Juga: KPK Junjung Tinggi Pola Hidup Sederhana, Tapi Beli Mobil Seharga Rp1,4 Miliar
Menurutnya, wajah baru tersebut nantinya dinilai mampu memberikan kebahagiaan kepada masyarakat.

Karena diketahui, Indeks Kebahagiaan Dunia (World Happiness Report/ WHR) pada 2019 menempatkan Indonesia di posisi 92 dari 156 negara dunia, di Asia Tenggara, Indonesia di bawah Singapura, Thailand, Filipina, bahkan Malaysia.

Halaman:

Editor: Dadang Setiawan


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

X