Kawasan Malioboro Kena Sistem Tutup-Buka Jalan, Ini Dia Jadwalnya

22 Juli 2021, 15:57 WIB
Ilustrasi- Pelaksanaan PPKM di kawasan Malioboro Yogyakarta. /Antara/Humas Pemkot Yogyakarta/

GALAMEDIA - Kawasan ternama di Yogyakarta, Malioboro termasuk yang terkena penyekatan di tengah masa PPKM Darurat.

Pembatasan mobilitas masyarakat dengan melakukan penyekatan di akses masuk kawasan Malioboro mulai disesuaikan dengan kondisi terkini di lapangan.

Dengan begitu, tidak lagi ditutup selama 24 jam tetapi dibuka terbatas untuk periode waktu tertentu.

"Penyesuaian penyekatan di kawasan Malioboro sudah dilakukan sejak Rabu (21/7) karena memang di berbagai akses masuk di perbatasan pun sudah dilakukan penyekatan secara ketat," terang Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Winarto di Yogyakarta, Kamis, 22 Juli 2021.

Baca Juga: Bom Guncang Gereja Santa Anna Duren Sawit Jakarta, Lima Orang Dilaporkan Tewas pada 22 Juli 20 Tahun Silam

Ruas jalan utama menuju kawasan Malioboro dibuka dari pukul 06.00-17.00 WIB sehingga diharapkan lalu lintas di kawasan tersebut bisa mengalir.

Namun demikian Agus menegaskan, penyesuaian penyekatan menuju Malioboro tersebut tidak ditujukan untuk memberikan akses masuk kepada wisatawan.

Namun, untuk memberikan akses yang lebih baik terhadap pergerakan warga lokal. Jalan Malioboro bisa kembali dijadikan sebagai alternatif perlintasan.

“Di sepanjang Jalan Malioboro pun ada beberapa sektor esensial dan kritikal, seperti apotek dan juga restoran yang masih diperbolehkan beroperasi,” katanya dikutip dari Antara.

Sedangkan untuk titik-titik penyekatan lain, Agus menyatakan tidak melakukan perubahan apapun hingga PPKM berakhir pada 25 Juli.

Baca Juga: Salah Satu Pelawak Terbaik Srimulat Meninggal, Dunia Hiburan Tanah Air Berduka pada 21 Juli 2007

Kegiatan random check terhadap pengguna jalan yang masuk ke Kota Yogyakarta juga tetap dilakukan karena kegiatan tersebut ditujukan untuk memberikan pesan ke masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di Kota Yogyakarta apabila bukan kegiatan esensial, kritikal, atau kegawatdaruratan.

"Kami periksa dokumen kelengkapan perjalanan mereka, mulai dari kartu vaksin, surat bebas Covid-19 dan dokumen lainnya. Dari luar DIY, semua rata-rata patuh. Hanya sekitar satu persen yang diputar balik," tuturnya.

Selama dilakukan penyekatan di sejumlah ruas jalan, mobilitas masyarakat atau volume kendaraan yang melintas di Kota Yogyakarta bisa ditekan hingga menjadi 31 persen pada siang hari dan turun menjadi 22 persen pada malam hari.

Baca Juga: PKS Jabar Bagikan 200 Ribu Paket Daging Kurban, Solusi Bagi Warga Terdampak Pandemi Covid-19

Sementara itu Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kawasan Cagar Budaya Ekwanto mengatakan akan meminta petugas keamanan Malioboro, Jogoboro, untuk meningkatkan pengawasan saat akses Malioboro mulai dibuka secara terbatas.

"Tetap harus dilakukan pengawasan terutama jika terjadi kerumunan. Tetapi hingga saat ini kondisi Malioboro praktis cukup sepi. Tidak ada PKL dan toko-toko nonesensial pun masih tutup. Wisatawan juga tidak ada," katanya.

Aktivitas ekonomi di Jalan Malioboro, lanjut Ekwanto hanya terjadi di sejumlah restoran, namun tetap tidak diperbolehkan makan di tempat serta apotek.

"Sampai saat ini pun, lampu taman di sepanjang Jalan Malioboro tetap dimatikan pada pukul 20.00 WIB," tandasnya.***

Editor: Lucky M. Lukman

Tags

Terkini

Terpopuler