Tokyo Kian Gelisah, Pesawat Tempur China dan Rusia Kepung Wilayah Jepang

- 2 Agustus 2020, 12:23 WIB
Jet tempur JASDF (Foto: Twitter @JapanJointStaff) /

GALAMEDIA - Dalam 365 hari hingga Maret, jet tempur Angkatan Udara Jepang (JASDF) harus merespons 847 kali. Dalam empat bulan setelah itu itu, intersepsi semacam itu baru saja dipercepat.

“Jepang dikelilingi oleh laut. Jadi invasi datang dari lautan atau langit. Jika invasi datang dari udara, itu akan terjadi dengan sangat cepat, " kata Letnan Kolonel Takamichi Shirota kepada CNN.

Shirota memimpin satu skuadron pesawat tempur pencegat F-15 Eagle yang berbasis di Okinawa. Pesawatnya secara rutin dipanggil untuk mengidentifikasi kontak radar 'abnormal'.

Sebagian besar adalah pesawat tempur Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLAAF) China. Sebagian besar berasal dari Kepulauan Senkaku yang disengketakan, sekelompok batu tak berpenghuni antara Jepang dan Taiwan.

Tetapi Rusia pun kini turut sibuk. Mereka pun meningkatkan intensitas pesawatnya ke Jepang secara teratur. Ini membuat Tokyo gelisah.

Rute penerbangan pesawat China dan Rusia.
Rute penerbangan pesawat China dan Rusia.

Kementerian Pertahanan Jepang baru-baru ini menerbitkan Buku Putih tahunannya, "Defence of Japan" (pertahanan Jepang).

"Kekuatan militer dengan kualitas dan kuantitas tinggi terkonsentrasi di sekitar Jepang, di mana tren yang jelas seperti peningkatan militer lebih lanjut dan peningkatan kegiatan militer diamati," katanya memperingatkan.

Baca Juga: Bendung Penyebaran Virus Corona, WHO Ingatkan Dunia Agar Tak Lagi Lakukan Lockdown Nasional

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X