Iran Marah Besar dan Mengutuk Uni Emirat Arab Usai Berkhianat Sepakati Kerjasama dengan Israel

- 15 Agustus 2020, 20:02 WIB
Presiden Iran Hassan Rouhani berpidato di hadapan masyarakat di Yazd, Iran, Minggu (10/11/2019). (ANTARA/via REUTERS/OFFICIAL PRESIDENTIAL WEBSITE/TM/aa) /

GALAMEDIA - Presiden Iran, Hassan Rouhani berang dan mengutuk langkah yang diambil Uni Emirat Arab. Ia menyebut UEA telah membuat "kesalahan besar" saat menyepakati normalisasi hubungan dengan Israel.

Dalam pidatonya yang disiarkan televisi, Rouhani memperingatkan UAE agar tidak mengizinkan Israel berpijak di kawasan tersebut. Ia juga dengan marah mengutuk keputusan UAE, yang disebutnya pengkhianatan oleh negara Teluk.

"Mereka (UAE) sebaiknya berhati-hati. Mereka telah melakukan kesalahan besar, tindakan pengkhianatan. Kami berharap mereka akan menyadari ini dan meninggalkan jalan yang salah ini," tegas Rouhani, Sabtu, 15 Agustus 2020.

Baca Juga: Rizky Billar Bakal Ikuti Perayaan HUT RI di Lembang Park and Zoo Bareng Burung Elang dan Harimau

Perjanjian UAE-Israel, yang dibantu oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai penengah, dipandang bertujuan untuk memperkuat oposisi terhadap kekuatan regional Iran.

Rouhani mengungkapkan, kesepakatan itu tampaknya bertujuan untuk memastikan bahwa Trump bisa terpilih kembali sebagai presiden AS pada November mendatang. Tentunya dengan merujuk pada fakta bahwa kesepakatan itu diumumkan di Washington.

"Kenapa itu terjadi sekarang? Jika ini bukan kesepakatan yang salah, mengapa kemudian diumumkan di negara ketiga, di Amerika? Jadi seorang pria di Washington menang dalam pemilihan, Anda mengkhianati negara Anda, rakyat Anda, Muslim dan dunia Arab?" paparnya dilansir Antara.

Baca Juga: Bareng 'Lord' Atep, Yena Ma'soem Siapkan Strategi Khusus

Ia menyatakan, UAE mungkin juga berpikir bahwa mereka dapat menjamin keamanan dengan mendekati musuh Iran. Namun Rouhani mengklaim bahwa Iran secara historis menjadi pelindung tetangganya dan penjamin keamanan Teluk Persia.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X