Gatot Nurmantyo dan Din Syamsuddin Ditolak Warga Grobogan, Gerakan KAMI Dituding Pecah Belah Bangsa

- 9 September 2020, 17:57 WIB
Gatot Nurmantyo dan Din Syamsuddi saat mendeklarasikan KAMI. /Google Search

GALAMEDIA - Masyarakat Kabupaten Grobogan menolak gerakan Gatot Nurmantyo dan Din Syamsuddin di wilayah Grobogan. Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Grobogan Bersatu (AMBG) untuk NKRI berunjuk rasa menolak Koaliasi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di depan DPRD Grobogan, Rabu 9 September 2020.

Mereka sambil membawa poster menolak jika KAMI sampai masuk ke Kabupaten Grobogan. Karena KAMI yang dideklarasikan Din Syamsudin dan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo serta tokoh lainnya tersebut, dinilai merongrong pemerintah dan memecah belah bangsa.

Poster yang dibawa peserta aksi juga bertuliskan, Jangan Jadi Provokator Jenderal, Stop Memecah Belah Bangsa, Demi Kesatuan dan Persatuan Bangsa Indonesia Tolak Gerakan KAMI di Grobogan, serta NKRI Harga Mati.

Baca Juga: Tak Mau Kalah dari Gerakan KAMI Gatot Nurmatyo Cs, KITA Klaim Tak Umbar Narasi Keputusasaan

Peserta aksi juga menganggap gerakan KAMI tidak pas di saat pemerintah Indonesia tengah fokus menangani pandemi Covid-19. Mereka mendukung pemerintah dalam penanganan wabah virus corona dan menolak KAMI di Grobogan.

Aksi demo dari AMGB untuk NKRI dijaga puluhan anggota polisi dari Polres Grobogan. Bahkan polwan dari Polres Grobogan berhadapan langsung dengan peserta aksi.

Koordinator aksi David Ulil saat berorasi meminta bertemu dengan pimpinan DPRD Grobogan.

"Jika pimpinan Dewan tidak segera menemui, kami akan memaksa masuk. Maju satu langkah teman-teman," kata Ulil.

Baca Juga: Baru Diperiksa Polisi Sebentar, 'Penemu Obat Covid-19' Hadi Pranoto Sudah Ngaku Sakit Lagi

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X