Topan Molave Hantam Filipina, Tiga Belas Orang Hilang

- 26 Oktober 2020, 21:41 WIB
Ilustrasi angin topan.*DOK. PR /

GALAMEDIA - Topan Molave menghantam Filipina hingga mengakibatkan banjir, menerbangkan atap, dan menumbangkan pohon. Bahkan kata badan bencana negara itu pada Senin, 26 Oktober 2020, bencana ini juga membuat 13 orang hilang.

Mark Timbal, juru bicara Dewan Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional (National Disaster Risk Reduction and Management Council/NDRRMC) Filipina, mengatakan  12 nelayan dari Catanduanes, sebuah provinsi pulau di Wilayah Bicol, dilaporkan hilang.

NDRRMC masih menggali informasi lebih lanjut dari kantor-kantor cabang mereka di sejumlah daerah.

Baca Juga: Terdakwa Kasus Jiwasraya Divonis Penjara Seumur Hidup dan Bayar Uang Pengganti Rp6.07 Triliun

Selain itu, Penjaga Pantai Filipina (Philippine Coast Guard/PCG) melaporkan, satu orang hilang setelah sebuah yacht tenggelam di lepas pantai Kota Bauan di Provinsi Batangas, Manila selatan. Tujuh awak lainnya dari kapal tersebut berhasil diselamatkan.

Dilansirkan Xinhua, Topan Molave melanda pertama kali di Tabaco City di Wilayah Bicol, Manila selatan, Minggu, 25 Oktober 2020 malam waktu setempat.

Dalam sebuah laporan, NDRRMC mengatakan tidak ada korban meninggal akibat topan tersebut.

Baca Juga: Kembali Zona Merah, Ridwan Kamil Ajak Warga Depok Disiplin

Namun, badan itu mengatakan bahwa topan, yang bergerak dengan kecepatan 125 km per jam dan embusan angin berkecepatan hingga 150 km per jam, sejauh ini berdampak pada sedikitnya 4.316 keluarga di setidaknya empat wilayah selatan Manila dan Wilayah Administratif Cordillera di Filipina utara.

Halaman:

Editor: Dadang Setiawan


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X