Perwira Tinggi Hamas Dikabarkan Membelot Menjadi Mata-Mata Zionis Israel, 16 Tentara Ikut Terlibat

- 13 Juli 2020, 20:12 WIB
Ilustrasi pasukan Hamas. /


GALAMEDIA - Salah satu perwira tinggi Tentara Gerakan Pertahanan Islam Palestina (Hamas) dikabarkan berkhianat. Ia disebut membelot dan terendus bekerja sebagai mata-mata Zionis Israel.

Dilansir The Algemeiner, perwira tinggi teridentifikasi bernama Mohammed Omar Abu Ajwa. Abu Ajwa adalah seorang komandan pasukan elite Angkatan Laut Hamas Palestina.

Abu Ajwa diketahui sebagai spionase Israel setelah melarikan diri Palestina ke Israel bersama saudaranya, Sabtu (11/7/2020). Abu Ajwa dikabarkan juga mencuri dokumen penting milik Hamas.

Baca Juga: Netizen Heboh Soal Prostitusi Online dan Kasus Penganiayaan, Ini Kata Manajer Hana Hanifah

Dilansir  Al-Arabiya, nama Abu Ajwa masuk dalam daftar pencarian orang militer Hamas. Selain itu, Abu Ajwa juga dipastikan sudah lebih dari 10 tahun bekerja sebagai mata-mata Israel.

Al-Arabiya pun membeberkan bahwa sebagian besar pembelot Palestina yang melakukan tindakan spionase untuk Israel berasal dari Brigade Al-Qassam. Hingga saat ini, ada 16 tentara Hamas yang ditangkap akibat terciduk melakukan pengkhianatan.

Namun media Israel, Haaretz, malah memberikan informasi sebaliknya. Media itu menulis laporan bahwa juru bicara Hamas, Hazem Qassem, dengan tegas membantah laporan itu. Qassem malah menyerang Al-Arabiya dengan menyebut media ini juga melayani Israel.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Puncak Pandemi Virus Corona Terjadi pada Kisaran Agustus-September 2020

"Saluran Al-Arabiya mempromosikan desas-desus yang melayani tujuan pendudukan (Israel), dalam menggoyahkan front rumah di Gaza," kata Qassem.

Salah satu kasus pengkhianatan yang terkenal terjadi pada 2007. Saat itu, putra pendiri Hamas (Sheikh Hassan Yousef), Mosab Hassan Yousef, melarikan diri ke Israel. Setelah fakta terungkap, Mosab adalah kaki tangan layanan keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X