Kisruh Ivermectin, ICW Menduga Ada Keterlibatan Moeldoko dan Politisi PDIP dengan PT Harsen

- 22 Juli 2021, 17:12 WIB
ICW mengaitkan nama Kepala Staf Kepresidenan RI, Moeldoko, dalam pusaran pemburu rente yang berbisnis invermectin sebagai obat terapi Covid-19.
ICW mengaitkan nama Kepala Staf Kepresidenan RI, Moeldoko, dalam pusaran pemburu rente yang berbisnis invermectin sebagai obat terapi Covid-19. /Foto: Instagram @dr_moeldoko

GALAMEDIA – Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkap adanya keterlibatan PT Harsen Laboratories sebagai produsen obat Ivermectin dengan sejumlah pejabat publik serta politisi untuk mendorong penggunaan Ivermectin sebagai obat untuk Covid-19.

Dugaan ini muncul setelah dilakukan penelusuran singkat oleh ICW selama bulan Juni dan Juli 2021.

Peneliti ICW, Egi Primasyogha menjelaskan, sumber penelurusan dilakukan melalui metode digital baik itu pemberitaan, akte perusahaan, media sosial, dan lainnya.

Melalui penelusuran, pihak ICW menemukan aktivitas PT Harsen Laboratories untuk mendorong obat Ivermectin sebagai obat Covid-19 diduga melibatkan Kepala Staf Keprisedanan (KSP), Moeldoko.

Baca Juga: Jabar Hapuskan Denda Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama hingga Tarif Progresif

Tidak hanya Moeldoko, politisi PDIP, Ribka Tjiptaning juga ikut terseret namanya. Hal ini Egi sampaikan dalam diskusi bertajuk "Berburu Rente di Tengah Krisis: Siapa di Balik Distribusi Ivermectin" secara virtual, Kamis, 22 Juli 2021.

"Ada banyak temuan dalam aktivitas yang kami lakukan namun ada tiga hal yang akan kami soroti pertama tentu PT Harsen Laboratories itu sendiri, kedua partai politik PDIP, ketiga kantor staf presiden melalui kepala staf presidennya Moeldoko," ujarnya.

Selain politikus, Egi juga memaparkan sejumlah nama pemegang saham serta pengurus perusahaan tersebut memiliki jejaring bisnis di perusahaan lain.

Di antaranya, Haryani Herman Sunaryo, Heryoseno dan Runi Adianti yang juga pasangan suami istri, Iskandar Purnomohadi dan Sofia Koswara.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X