Paling Dicari FBI, Orang Kedua Setelah Osama Bin Laden Tewas di Tangan Tentara Afganistan

- 25 Oktober 2020, 13:19 WIB
Pemimpin senior Al-Qaeda, Abu Muhsin Al-Masri tewas dibunuh Pasukan Keamanan Afghanistan.*
Pemimpin senior Al-Qaeda, Abu Muhsin Al-Masri tewas dibunuh Pasukan Keamanan Afghanistan.* /Twitter/@NDSAfghanistan/

GALAMEDIA - Pemimpin senior Al-Qaeda, Abu Muhsin al-Masri diklaim tewas di tangan pasukan keamanan Afganistan. Al-Masri merupakan orang yang masuk Daftar Teroris Paling Dicari Biro Investigasi Amerika Serikat (Federal Bureau of Investigation/FBI).

Informasi tersebut disampaikan Direktorat Keamanan Nasional Afganistan (NDS) melalui cuitan pada Twitter pada Sabtu, 24 Oktober 2020 malam.

Al-Masri telah didakwa di Amerika Serikat karena telah memberikan dukungan material dan sumber daya kepada organisasi teroris asing, dan konspirasi untuk membunuh warga negara AS.

Baca Juga: Jakarta Kebanjiran, Air Genangi 16 RT Hingga Ketinggian 150 Cm

Al-Masri, yang diyakini sebagai orang kedua di Al-Qaeda setelah Osama bin Laden, tewas dalam operasi khusus di provinsi Ghazni, kata NDS. FBI menolak untuk memberikan komentar.

Menurut FBI, Al-Masri, yang juga menggunakan nama Husam Abd-al-Ra'uf, merupakan warga negara Mesir. Bulan lalu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan kurang dari 200 anggota Al-Qaeda tetap berada di Afganistan.

Bulan ini menandai 19 tahun sejak Amerika Serikat menginvasi Afganistan untuk menggulingkan para penguasa Taliban, yang menyembunyikan militan al Qaeda yang menyerang AS pada 11 September 2001.

Baca Juga: Dengan Prokes Ketat, Workshop DWP Kemenhub Hasilkan Masker Unik dan Kreatif

Dilansir Antara, AS secara bertahap menarik pasukannya dari Afganistan setelah mencapai kesepakatan penting dengan Taliban pada bulan Februari.

Kesepakatan itu diatur untuk memastikan pasukan asing meninggalkan Afganistan pada Mei 2021 dengan imbalan jaminan kontraterorisme dari Taliban, yang setuju untuk merundingkan gencatan senjata permanen dan susunan pembagian kekuasaan dengan pemerintah Afganistan.

Baca Juga: Hari Ini! Shopee Gajian Sale Hadirkan Gratis Ongkir, Cashback 100%, dan Flash Sale 60RB!

Proses perdamaian di Afganistan dimulai di Doha bulan lalu. Meskipun ada pembicaraan, pertempuran antara Taliban dan pasukan pemerintah Afganistan telah berkecamuk dalam beberapa pekan terakhir.

Pekan lalu, utusan khusus AS Zalmay Khalilzad mengatakan Taliban telah setuju untuk "mengatur kembali" komitmen mereka di bawah kesepakatan penarikan pasukan dan mengurangi jumlah korban di negara tersebut.***

Editor: Lucky M. Lukman


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x