Jaga Jarak 2 Meter Tak Efektif, Begini Konsekuensi Penularan Corona Melalui Udara

- 10 Juli 2020, 14:23 WIB
MEMAKAI masker mampu menurunkan risiko terinfeksi virus corona sebesar 65 persen.*/PIXABAY /

GALAMEDIA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya mengakui penularan virus corona (Covid-19) bisa menular melalui udara, Rabu (7/7/2020). Meski belum diumumkan secara resmi oleh WHO, namun dianggap bisa menimbulkan berbagai konsekuensi soal penanggulangan pandemi.

Sebelumnya WHO meyakini penyebaran utama virus corona disebabkan droplet atau tetesan berukuran besar dikeluarkan penderita Covid-19 ketika berbicara, batuk, bersin, hingga bernyanyi. Namun droplet ini cepat jatuh ke permukaan sehingga dianggap tak akan terlontar jauh, tidak melebihi 1,5 meter.

Seseorang bisa tertular virus corona jika terpapar droplet atau setelah menyentuh dengan tangan area permukaan yang terdapat droplet kemudian tanpa sengaja memegang area wajah seperti mulut, hidung, atau mata.

Baca Juga: Emil Minta Maaf Ada Lonjakan Luar Biasa di Secapa AD, Warga Wajib di Test Swab

Sementara itu transmisi udara virus corona telah dikemukakan 239 ilmuwan di 32 negara yang menjelaskan bagian kecil droplet, aerosol, bisa bertahan lama di udara lalu menginfeksi seseorang saat menghirupnya.

Aerosol berukuran lebih kecil dari 5 mikrometer, sementara droplet lebih besar dari itu. Aerosol dikatakan bisa melayang-layang di udara dan memungkinkan menginfeksi seseorang misalnya berada dalam satu ruangan yang sama.

Begini sejumlah konsekuensi penularan virus corona melalui udara:

Virus bisa bertahan lama di aerosol

Ukuran aerosol yang kecil membuatnya bisa melayang di udara selama beberapa jam dan menjangkau jarak cukup jauh dari sumber.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X