Butuh Strategi Jitu Untuk Tertibkan KJA Liar Jatigede

- 1 Agustus 2022, 15:54 WIB
Yan Mahal Rizzal Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumedang./Ade Hadeli/galamedianews
Yan Mahal Rizzal Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumedang./Ade Hadeli/galamedianews /

GALAMEDIANEWS - Dibutuhkan strategi jitu, untuk menertibkan keramba jaring apung (KJA) liar diperairan Waduk Jatigede Kab.Sumedang.

Apalagi selama ini, pemilik KJA ditengarai selalu memata-matai petugas, yang bermaksud untuk melakukan penertiban.

"Alhasil, mereka pun selalu 'main kucing-kucingan' dengan petugas. Misalnya saat kami melakukan penertiban di suatu lokasi, informasinya akan cepat sampai ke tempat lain," kata Yan Mahal Rizzal Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumedang, Senin 1 Agustus 2022.

Baca Juga: Suami Wajib Tahu 9 Titik Rangsangan pada Istri yang Bikin Hubungan Intim Makin Hot, Nomor 8 Gak Disangka!

"Sehingga dengan informasi itu, mereka membuat ancang-ancang untuk memindahkan bagan KJA ke tempat yang dianggap aman atau ke lokasi perairan yang sudah diterbitkan," lanjutnya.

Dengan situasi itu, pihaknya cukup kewalah. Terlebih dengan keterbatasan personil serta minimnya dukungan saran prasarana, menjadi satu kendala untuk menertibkan ribuan KJA, yang tersebar di 5 wilayah kecamatan di Kawasan Bendungan Jatigede.

Untuk saat ini saja, sebut Rizzal daya dukung sarana dan prasarana untuk penertiban KJA hampir tidak ada. Itu dikarenakan perahu yang biasa dipakai, dalam kondisi rusak.

Dengan situasi itu, mereka dipastikan tidak bisa terjun ke perairan untuk menjangkau spot KJA. "Kecuali itu kami hanya bisa melakukan pemantau dari darat, " ujarnya.

Menurut Rizza ada jumlah KJA yang tersebar diperairan Bendungan Jatigede mencapai 3.600 kolam. Jumlah itu menyusut dari yang tadinya mencapai 7.000 kolam, sebelum dilakukan penertiban.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x